Membaca Pemilik Ja(t)uh

Ja(t)uh

Sedang membaca kang Azhar Nurun Ala menulis, pernahkah berpikir bagaimana seorang penulis bisa mempunyai kata-kata yang diksinya kuat, keserasian yang berharmoni, mungkin salah satu penyebabnya ialah makna, apapun dengan makna, satu kata punya banyak makna, hingga ketika disatukan makna-makna itu semuanya menjadi begitu bermakna. Seringkali setiap orang punya cara memandang yang berbeda-beda dan yang kubaca dari bagaimana dia menulis ialah, dia melihat sesuatu dengan jauh dan dalam.

Melepaskanmu untuk pergi, barangkali seperti meluruhkan jarak yang selama ini kita kutuki. Hadirnya kerelaan, tak selalu jadi penanda bahwa rindu itu kini telah sirna. Ada semacam metamorfosa, yang membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa ‘Amour Vincit Omnia’ tak selamanya mesti kita maknai sebagai sebuah kemenangan atas kedekatan, interaksi, atau bahkan kepemilikan—atas

Prosa-prosa pendeknya punya rasa, ada jiwanya yang membaca ada jiwanya yang merasakan, ada jiwanya yang melihat dan ada jiwanya yang menuliskan, secara garis besar dia menulis dengan kehidupan dengan apa yang dia lihat, pikir, dan rasakan, hebatnya kata-katanya terangkai pas, perumpamaan-perumpamaannya lembut namun menusuk.

Kita tak bicara. Hanya saling menerka. Lebih tepatnya, kita saling menjajah dalam diam. Aku merudapaksamu untuk diam dengan tatapan. Kamu membuatku bisu dengan raut wajah yang sendu. Kita sadar betul kondisi ini membuat kita menyadari bahwa hubungan kita ini tidak lagi mutualisme. Kita saling menyudutkan, entah istilah apa yang tepat dalam ilmu biologi—unmutualism, mungkin.

Cerita apa yang bisa kita bagi dengan mulut bungkam? Bicara dengan hati? Utopis…………

Salah satu contoh kecilnya saat dia bicara tentang kenangan, dia menghubungkan apapun yang bisa mengabadikan antara tulisan dan potret gambar, dua hal yang bisa jadi cara menyampaikan pesan, cara bicara yang takbersuara.

Kenangan

Adalah merekam, satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini. Adalah memutar ulang rekaman dan menertawakan segala kebodohan yang terekam di dalamnya, hal paling menyenangkan nomor dua.
Sebab itu kita suka menulis. Sebab itu kita suka memotret—atau dipotret.
Barangkali karena sebagian kebahagiaan tak bisa diulang, kita menjadi pecinta rekaman-rekaman—menjadi pengagum kenangan-kenangan. Barangkali karena kita tak punya kuasa untuk memaku waktu, kita mengenang keindahan yang kita jumpa dalam gambar-gambar, dalam kata-kata—rentetan aksara yang bisa kapan saja kita baca.
Maka jangan salahkan siapa-siapa bila diam-diam aku menyimpan gambarmu. Jangan salahkan siapa-siapa bila terlalu banyak sirat namamu dalam puisi-puisiku.
Previous Post
Leave a comment

12 Comments

  1. keren ya…. 😀 suka banget,,, 😀

    Reply
  2. Sangat terharu. Terima kasih 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

BatopieBlog

Ngeblog dengan Secangkir Susu Kopi

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

Anne Adzkia

motherhood stories and life journey

Bakulrujak ngeBlog

Belajar saja.

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Dr. Margono M. Amir

My true stories

wikfa.ushi

Hanya sesuatu yang berhasil ku untai

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Capture The Moment by Tina Latief

because every moments is worth remembering

langitanah

tentang waktu

langit LANGIT

seperti langit; bebas seperti tak berbatas, namun tetap menunduk pada-Nya

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

mylittlecanvas

If you can imagine it, you can realize it

Ika Koentjoro's Blog

Menulis untuk berbagi inspirasi......

Salma Athiyyah

Welcome to my page, reader^^

arheinaoctaviani

A great WordPress.com site

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

%d bloggers like this: