Ingatan dan Ikatan

Saat Langit katakan “Menulislah dari hal yang paling menyakitkan”

Mungkin beberapa orang merasa akhir-akhir ini ada yang berbeda. Bisa menemukanku kapan saja, mengubungi, menyapa, bertanya, mendengarkan on time, dan saling bercerita. Karena katanya diri ini sering menghilang dan ketika menanyakan kabar, alasan yang diberikan biasanya lupa menyimpan handphone dimana.

Selain memang iya alasan itu benar, ada satu lagi alasan kenapa aku bisa menghilang mendadak tanpa kabar. Seringkali kondisi tubuh ini tidak dapat ditebak, memang beberapa waktu lalu aku mengkonsumsi obat-obatan yang bukan 1 atau 2 bulan, namun dalam hitungan tahun. Seringkali merasa perlu mengasingkan diri, aku merasa cukup dengan adanya keluarga terdekat saja. Namun di satu titik, aku berubah pikiran.

Tepatnya tahun 2018 saat hamil anak kedua, saat tahu ada yang tidak biasa, namun kata dokter semua baik-baik saja. Ah, aku sebetulnya tidak percaya, sampai keluhan itu berlanjut hingga lahirlah bayi mungil itu, sekitar akhir tahun 2019 akhirnya keluhan itu bertambah dan memperjelas semuanya. Ini bagian yang paling menyakitkan. Tiba-tiba semua gelap dan sesak, jantungku berdetak tak seperti biasa. Sampai aku kira akan meninggal seketika, karena suster bilang denyut nadiku tidak teraba atau sebut saja melemah.

Alhamdulillah kejadian itu terlewati, tapi semenjak itu aku tidak bisa melihat normal, tanganku tremor, sering sesak, gangguan tidur, detak jantung yang kadang melemah atau terlalu cepat dan yang paling parah, aku jadi sangat pelupa. Bermula dari menyimpan barang yang dalam hitungan 3 detik saja bisa benar-benar lupa, muraja’ah yang biasa dilakukan setiap pagi dengan suami tiba-tiba kacau, tidak seperti biasa dan aku sadar ada yang makin berbeda, dalam sebulan aku bisa masuk IGD sampai 4 kali waktu itu. Di tengah proses bulak-balik ke rumah sakit, sambil melakukan medical chekup ke seluruh bagian tubuh atas keinginan pribadi. Dan di tengah menunggu keputusan dokter ada satu malam yang membuatku sakit kepala berat, aku asing melihat dua anakku, suamiku, diri ini bertanya-tanya “Mereka siapa?”, “Kenapa aku disini”. Tapi di satu sisi tentu asma-Nya aku rapal, kenapa tiba-tiba semua hal menjadi teringat sebagian, semua hal menjadi peta buram. Nama teman, kejadian lama, bahkan dosen kebingungan dengan aku yang tak seperti biasa. Aku yang biasa senang mengemukakan pendapat, berdiskusi dan sebagainya, semua menghilang. Aku tak bisa mencerna kata-kata orang lain, aku seketika tidak paham apa yang orang bicarakan, aku merasa kehilangan kemampuan untuk memahami, bahkan untuk membaca, aku tak bisa mengerti dalam waktu sekejap itu jelas bukan aku yang seperti biasa. Di titik yang paling menyakitkan ialah sebagian hafalan yang harus kutangisi dengan ratapan,kesedihan, kebingungan dan juga pertanyaan “aku kenapa?”.

Beruntungnya masih ada suami yang sangat sabar dan penyayang, dia tak pernah sekalipun berkata lelah, aku katakan padanya untuk mencari seorang perempuan yang bisa menggantikanku, aku ingin memastikan siapa yang nantinya akan mengurus kedua putri kecilku karena aku merasa hidupku semakin mendekat pada akhir, namun dia selalu menyuruhku berhenti berkata dan berpikir seperti itu. Katanya kalau dia berniat untuk itu semenjak taaruf dulu saat dia mendengar bahwa dalam satu waktu bisa saja aku sakit karena mengalami beberapa masalah kesehatan tentu saja dia sudah mundur dari dulu.

Sebelum mendapat keputusan dari dokter, jauh-jauh hari hati ini sudah dipersiapkan untuk menerima, sekalipun jika yang kudengar adalah hal yang tidak aku inginkan. Dan sesuai prediksi yang sudah diduga autoimun pada saat bersamaan aku dengar juga ada salah seorang artis yang menderita penyakit ini, aku ingat pada teman dekatku yang koma 1,5 tahun karena mengidap penyakit ini, aku ingat pula pada istri dari seorang kepala sekolah yang akhirnya jalannya memakai kursi roda karena penyakit ini. Dan aku sudah menerimanya. Autoimun ini jelas banyak macamnya, bahkan ada 200 lebih macamnya, maka penyakit ini sering disebut penyakit seribu wajah. Pengobatannya pun sesuai apa yang dikeluhkan dan bisa permanen, bisa sewaktu-waktu atau kambuhan. Obat keras dengan dosis tinggi yang harus dikonsumsi sampai penyakit bawaannya sembuh, hormon yang terganggu bisa menyebabkan permasalahan pada organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal, termasuk gangguan ingatan dll. Yah, aku sudah terima.

Dari sanalah aku mulai mengubah cara pandang hidupku, tentang bagaimana aku berteman. Apalagi kata dokter memang aku butuh hal-hal yang menyenangkan hati, maka dari itu suami selalu mendukung apapun yang aku senangi, seperti membelikan buku kesukaan, belajar hal-hal yang ku suka, menyediakan waktu khusus untuk beristirahat, membantu semua keperluan rumah tangga termasuk dalam hal pengasuhan, bahkan suami tidak membatasi aku berteman dengan siapa saja karena dia tentu tahu aku bisa memilah dan memilih, aku bisa menyadari batas wajar, dan dia tahu bagaimana sikapku pada orang-orang terdekatku. Apalagi di masa pandemi ini banyaknya komunikasi yang terjalin kembali ke dunia maya, menjadi tempat orang berbagi bagiku ialah pengalihan yang paling ampuh. Mereka yang tak tahu aku dalam kondisi seperti apa, aku merasa terisi aku mulai menemukan potongan-potongan ingatan yang sebenarnya aku tak ingat dengan jelas, aku mulai lagi menyapa,aku berlapang atas apa yang sudah terjadi. Paling tidak, walau yang aku ingat tidak semua hal, tidak tentang siapa saja orang yang pernah terasa dekat, aku hanya berusaha mengumpulkan bagian-bagian yang hilang agar tidak merasa kosong. Dengan serangkaian pengobatan yang menunjukan angka hasil tes yang normal ternyata dokter tidak bisa memastikan aku akan sembuh total. Yah, aku terima.

Aku mengingat nama dan setiap kejadian dengan membaca buku harian, melihat album photo, membaca file-file yang tersimpan di laptop, E-mail, Fb , catatan di hp, dan tentu saja IG. Yah, aku tahu siapa saja yang terikat denganku dalam ingatan-ingatan yang bukan lagi sepotong namun juga nyaris seperti menghilang begitu saja. Bila memang sudah waktu mendekat aku adalah bagian yang ingin menjadi biasa saja. Paling tidak, aku hadir untuk jadi kenangan yang dibungkus dengan ingatan yang baik-baik saja dalam hidup. Aku menjadi sedikit khawatir jika aku menghilang seperti biasa aku benar-benar tak akan kembali.

Kini semua aku hadapi dengan berbeda. Pikiran yang tidak lagi bisa dibebani masalah-masalah berat dan juga hal-hal yang membuat perasaan tak nyaman. Aku belajar menata diri agar semua yang terjadi diterima dalam bentuk penerimaan yang wajar.

Kembali

Setelah puluhan bulan purnama berlalu, aku kembali ke sini. Ada haru juga bahagia. Aku yang menyimpan banyak hal dalam hidup. Jika orang peka membaca semua yang ada di ruang ini maka sejujurnya ia akan tahu apa saja inti dari yang paling dalam.

Yah, baiklah ini waktu yang berbeda dengan perasaan yang sudah mungkin ditimbun begitu saja, dijadikannya biasa, inginnya. agar semua menjadi baik-baik saja, karena pada awalnya pun semua baik-baik saja dan ingin tetap seperti itu.

Aku yang sekarang punya alasan agar untuk tetap taat, jadi tahu rasanya bagaimana harus tetap dalam batasnya. Dulu benar-benar sesukaku dan kini sesukaNya. Biar saja aku yang tahu dan selalu mengupayakannya. Walau tentu saja ada tanda yang tertinggal namun semua berubah menjadi harap dan doa.

Menjadi perempuan yang masih bisa melakukan hal-hal sederhana, membuka diri untuk siapapun dan belajar tulus.

Langkah

download

sumber gambar

Bagaimana waktu berjalan tak pernah benar-benar terekam. hanya seperti  tiba-tiba sudah menjadi begini dan begitu, di  waktu yang semua serba sudah terjadi. tak ada yang bisa menghentikan apalagi menahan, karena dalam catatan semuanya harus terjadi. suka dan tidak suka, ingin ataupun tidak  ingin.

Masih ada yang tersimpan, walau sudah jauh hampa dari sebelumnya berwarna. maka putuskanlah kemana langkah menuju. Jangn terdiam sekalipun tiada yang mengusik, renungi semua hal dan bukalah hikmah atas semua. Jangan layu dipersimpangan mendekatlah pada cahaya agar tahu kemana semua hal akan bermuara.

 

Penerima

flower-2145483_960_720

Cinta seharusnya datang membawa bahagia. Di tangannya yang terbuka, siap untuk menerima dan mendekap. Akankah waktu membuat sebuah perasaan bertahan dan bertambah atau malah menghilang dan memudar.

Ternyata hidup bersama dengan yang baik tak menentukan kebahagiaan. Karena ada bagian yang tak bisa dipahami dan dimengerti kebaikan, ternyata kebaikan tidak menjanjikan kenyaman ternyata kebaikan tidak selalu menjadi baik.

 

 

Gambar diambil dari sini.

Kita.

_DSC1254Yang bisa dilakukan dalam kebisuan ialah tetap merahasiakan. Bisa jadi caraNya membawamu pada sebuah titik waktu yang menjawab. Setelah seribu senja tak pernah selangkah pun berhenti namun masih tetap ada di tempat yang sama. Saat itulah menjaga.

Sekat yang jelas diantara celah yang bukan lagi tak mungkin namun sang pungawa doa sudah tahu hilir mana ia bermula dan yang tidak ia ketahui sama sekali ialah dimanakah tempat muara berada. Apakah kita pernah menjadi pungawa doa. Pada saat yang sama ada yang payah dan ada yang menyerah.

Gambar dari sini

Dibalik Tanya Tentang Senja

Bw7HpAFCAAAx6TjSeperti pejaman mata, saat waktu berjalan meninggalkan segala senyum dan tangis. Berapa lama perangkap bisa mengunci romansa cerita tentang rindu dan cinta dari tatap mata itu. Senja sampai saat ini punya keindahannya tersendiri, Ada seribu senja yang telah menemaninya. Tak ada yang berubah. Perempuan yang selalu jatuh cinta dengan senja.

“Apa kamu masih mengingatku”, Katanya.

“Jelas, tak ada yang hilang sedikitpun tentangmu”, jawab lelaki yang duduk di sampingnya.

“Senja itu yang paling sering menemaniku, duduk sambil minum teh dan saling memandang” kata perempuan itu.

“Khayalanmu terlalu tinggi, senja tak menemanimu saja, setiap sore senja selalu menemani setiap orang” lelaki itu menjawab sambil tersimpul senyum.

“Tapi ini beda, kamu tak akan pernah mengerti. Senja kita tak pernah sama”, kata perempuan itu.

“Bagaimana bisa?” jawab lelaki itu.

“Iya, senja semua orang tak akan pernah sama kecuali …”, kata perempuan itu terputus.

“Kecuali apa?” lelaki itu balas bertanya.

“Siapa yang kamu ingat saat menatap senja?”, perempuan itu bertanya.

“Kamu”, jawab lelaki itu.

“Berarti senja kita sama”, kata Perempuan itu.

Gambar dari sini

Lembayung

file_1470538902.jpg

Semilir angin bertiup  di pelataran

satu kenangan jatuh dari langit

tak bertemu sewindu menjadi kelu

berabad, ratusan ribu jarak waktu

bagaimana, jika tak ada yang bertemu

terpupuk hingga tua namun tak akan layu untuk tetap menunggu

 

Sumber gambar

Kelabu

langit kelabu berteman dengan hujan

banyak mata saling menatap, bicara

kecewa yang dangkal namun dalam, terjebak ruang. 

Sukabumi, 2 Februari 2017

Manusia hanya punya rencana, belum tentu setiap keputusan itu benar, didasari akal tanpa melibatkan perasaan itulah kebutaan, karena hakikatnya fitrah itu ada dari nurani bukan hanya ada pada pikiran.

BERPAUT

le_sigh__by_r0ldy-d3c45wn

Dear, Langit

Mengatasi diri sendiri tidaklah lebih mudah daripada menghadapi orang lain. Kita menyembunyikan segala tanya dan kebingungan, menerka-nerka jawaban dari segala kemungkinan dan itu manusiawi.

Yang kutahu setelah pernah mengalami hal yang serupa sepertimu, banyak hal yang masih akan terjadi bukan. Bagaimana ceritanya Sukab itu akan kamu temui, itulah yang kita tunggu. Kini mungkin kalian sedang saling mengingat, atau sebernanya kalian pernah bertemu tanpa mengenal, atau kalian sudah mengenal tanpa menyapa, segala kemungkinan itu menuju kepastiannya, suatu saat nanti Sukab itu akan ada dalam cerita-ceritamu. Ikuti saja seperti air mengalir, lepas dari tebing tinggi dan terjun bebas, tiada ketakutan, tiada yang disembunyikan, walau terlihat hampa namun jernih dan menyejukan. Seharusnya kita banyak belajar dari alam, dan bila malam mulai kembali sunyi maka lihatlah atap bumi yang senantiasa kokoh berdiri tanpa tiang, benar-benar tiada daya dan upaya selain dariNya, coba temukan terang dalam kelam yang senantiasa berdzikir dalam keanggunannya, kita akan menerangi diri dengan cahaya, walau dalam mendung, walau dalam gelap, walau dalam tiada.

Dengan segala hal yang telah dilalui dan dengan ketetapan hati,  Sukab pasti akan datang.

Gambar dari sini.

Berarah

https://i1.wp.com/blograhman.com/wp-content/uploads/2016/09/gambar-kucing-kucing-lucu-minta-diberi-kekasih-pujaan-hati.jpg

Langit, bibirku tersimpul ketika membaca suratmu, pada akhirnya selalu ada yang kunantikan. Kala kamu bercerita kubisa melihat yang singgah dan berlalulalang di hatimu. Dari apa yang terjadi aku terkesan dan itu selalu. Tentang iman yang terbaca tanpa harus tersurat namun semuanya jelas tersirat. Menunggu dengan percaya pada takdir memang akan terbaca indah. Akhir yang didapatkan memang bisa jadi bukan yang diinginkan, tapi keyakinan tentangNya yang pasti akan memberikan takdir terbaikNya yang paling dibutuhkan. Semoga jawaban itu takkan lama lagi.

Sedangkan aku akhir-akhir ini sedang dibersamai do’a, Do’a pejagaan yang takhabis-habisnya diucapkan, yang tak habis-habisnya dipanjatkan, takhabis-habisnya dibisikan hati dalam diam. Nama Permata hati nan shalihah yang ada dalam do’a itu, kadang gundah datang mengusik, terlalu cemas saat aku takbersamanya. Rasa dijauhkan itu ialah yang paling taknyaman, membayangkan kehilangan dan kekososongan, segala hal yang diimani tentang segala sesuatu yang takpernah kita miliki sesungguhnya, penyadaran diri akan semua ini hanya titipanNya.

Hidup takhanya berkutat dengan satu masalah, hanya saja semua orang punya perbedaan dalam menyikapinya, takhanya membicarakan cinta, takhanya membicarakan diri, kadang kita akan berpikir untuk membicarakan sebagian yang lain yang dianggap meresahkan, di akhir zaman ini nampak seperti sejarah yang terulang, serupa tapi taksama, angapan paham komunis bertaqiyah dibalik demokrasi, kita jadi taktahu mana golongan kiri dan kanan, ini keresahanku yang masih belum beranjak, malah semakin buram dengan kebijakan-kebijakan yang takmasuk akal. Memang yang sebaik-baiknya ialah beriman, agar taktakut menghadapi dan menjalani. Dan pada akhirnyapun takada lagi yang bisa disembunyikan, karena Dia tahu apa-apa saja yang tersembunyi dari apa yang mereka ucapkan, dan ini sudah jelas.

Kutahu waktu bisa menjadi refleksi hati, segala hal yang ada ialah bawaan dari kelampauan, dengan segala kepernahan, takada yang  tertinggal sedikitpun, pengintai yang akan mudah sekali terlihat, ia berupa segala yang menjadi sejarah. Bisa jadi tentang tafakur, tadabur ataupun perubahan diri. Bukankah kita butuh cermin agar takada yang salah lagi, dan waktu ialah tempat dimana cermin itu berada. Waktu ialah salah satu perantaraNya, yang akan memberi tahu hasil dari apa yang kita lakukan kini. Lakukan yang bermanfaat dan taklelah mengupayakan kebaikan, hanya itu, bukan untuk dibenarkan atau mencari pembenaran namun untuk tetap menjadi benar dijalan yang lurus.

Sumber Gambar :

http://blograhman.com/gambar-kucing-lagi-galau-lucu-banget/616/

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

BatopieBlog

Ngeblog dengan Secangkir Susu Kopi

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

Anne Adzkia

motherhood stories and life journey

Bakulrujak ngeBlog

Belajar saja.

Dr. Margono M. Amir

My true stories

wikfa.ushi

Hanya sesuatu yang berhasil ku untai

Linda Handayani

Catatan Perjalanan Menjadi Ibu Peradaban

langitanah

tentang waktu

langit LANGIT

seperti langit; bebas seperti tak berbatas, namun tetap menunduk pada-Nya

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

mylittlecanvas

If you can imagine it, you can realize it

Salma Athiyyah

Welcome to my page, reader^^

arheinaoctaviani

A great WordPress.com site

nurun ala

menari dalam sunyi

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~